Dalam upaya memperluas jangkauan layanan rehabilitasi serta memastikan pemulihan yang berkelanjutan bagi warga binaan pemasyarakatan, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah (BARETA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Lapas Perempuan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penandatanganan kerja sama ini berlangsung dalam suasana penuh komitmen, menandai langkah nyata dalam memperkuat sinergi antarinstansi dalam penanganan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kolaborasi ini, BARETA akan memberikan dukungan layanan rehabilitasi medis dan sosial, termasuk asesmen, konseling adiksi, program terapi, hingga pendampingan pascarehabilitasi bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, perempuan, dan anak yang membutuhkan intervensi pemulihan.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral (Ditjen) Pemasyarakatan Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Endang Lintang Hardiman. Dalam sambutannya, beliau menyampikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi adanya kerjasama ini dan berharap kedepannya akan ada sinergi baik antara para pihak. Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan, mendapatkan hak atas pelayanan rehabilitasi yang layak dan berkualitas. Pihak Bapas, Lapas Perempuan, dan LPKA menyambut positif langkah ini, dan menyatakan bahwa kehadiran layanan rehabilitasi akan menjadi dukungan penting bagi proses pembinaan, khususnya bagi anak dan perempuan yang rentan mengalami dampak sosial dan psikologis akibat penyalahgunaan narkotika.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya pemulihan serta memperkuat reintegrasi sosial warga binaan, sehingga mereka dapat kembali berperan produktif dalam keluarga dan masyarakat. Dengan adanya sinergi lintas lembaga ini, layanan rehabilitasi di wilayah Tanah Merah semakin kokoh menuju pelayanan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan. (Humas Bareta, 2025/AW)
