Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah (BARETA) menggelar Ibadah dan Perayaan Natal dengan penuh sukacita dan kekhidmatan pada momentum Natal tahun 2025, mengusung tema nasional “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.” Tema ini menjadi pengingat bahwa kehadiran Allah di tengah keluarga membawa pemulihan, pengharapan, dan kekuatan untuk membangun kehidupan yang baru. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Andrian Kiki Ariawan, M.Th, Ketua Majelis Jemaat GKE Samarinda. Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa keluarga adalah ruang pertama di mana kasih Allah dinyatakan, serta menjadi fondasi penting dalam proses perubahan hidup, termasuk bagi warga rehabilitasi yang sedang berjuang melepaskan diri dari ketergantungan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bapak Bambang Styawan, S.Pd., M.M., M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menaruh perhatian besar pada penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari strategi pemulihan. “Program rehabilitasi tidak dapat berdiri sendiri. Keluarga adalah pilar utama yang menopang proses pemulihan klien. Fokus ini sejalan dengan tema Natal Nasional PGI dan KWI tahun 2025 yang menekankan pentingnya kehadiran Allah dalam menyelamatkan dan memulihkan keluarga,” ujarnya.
Perayaan Natal di BARETA tahun ini juga mendapat apresiasi khusus dari Sekretaris Umum PGIW Kalimantan Timur, Pdt. Ina Vera Trecia Tobing, M.Min., MA. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa bangga dan sukacitanya atas penyelenggaraan Ibadah Natal yang berhasil menampilkan nuansa etnik dari berbagai daerah di Indonesia. Ibadah dan perayaan berjalan dengan penuh kehangatan, melibatkan pegawai, klien rehabilitasi, dan mitra layanan. Melalui perayaan ini, BARETA menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan proses pemulihan yang holistik—tidak hanya menyentuh aspek medis dan sosial, tetapi juga spiritual, emosional, dan keluarga sebagai pusat pembaruan hidup. Dengan semangat Natal, BARETA berharap setiap individu yang menjalani pemulihan mendapatkan kekuatan baru untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik, serta kembali menjadi bagian utuh dalam keluarga dan masyarakat. (Humas Bareta, 2025/AW)
