Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan mengusung tema strategis “Implementasi Sinergitas sebagai Commander Wish Kepala BNN RI: Peran Stakeholder dalam Mendukung Program Rehabilitasi Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara penyelenggara layanan rehabilitasi dengan para pemangku kepentingan lintas sektor dalam rangka meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan rehabilitasi. Forum ini dihadiri oleh 34 instansi lintas sektor yang merepresentasikan unsur Pentahelix, meliputi Pemerintahan, Akademisi, Masyarakat, Media, dan Dunia Usaha. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pemulihan penyalah guna narkotika secara komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui FKP ini, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menegaskan bahwa sinergitas bukan sekadar konsep, melainkan langkah nyata dalam menerjemahkan arahan kebijakan Commander Wish Kepala BNN RI ke dalam praktik pelayanan rehabilitasi. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem rehabilitasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik memiliki peran strategis sebagai ruang dialog dua arah.Berbagai masukan, saran, dan perspektif yang disampaikan oleh para peserta menjadi bahan evaluasi penting bagi Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dalam meningkatkan mutu layanan, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan rehabilitasi. Selain itu, forum ini juga memperkuat jejaring kerja sama antarinstansi dalam mendukung program rehabilitasi yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kerja atas kontribusi aktif dan komitmen yang diberikan. Dengan semangat kolaborasi dan sinergitas, diharapkan layanan rehabilitasi ke depan semakin responsif, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat (Tim Humas Bareta, 2025)
