Balai Rehabilitasi Narkotika Tanah Merah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Siloam Hospitals Balikpapan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan di Balikpapan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat layanan rehabilitasi dan perawatan lanjutan (after care), khususnya bagi klien pasca rehabilitasi yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional, dr. Bina Ampera Bukit.
Dalam prakata pembukanya, Bapak Bambang Styawan, S.Pd., M.M., M.Si menyampaikan apresiasi atas komitmen Siloam Hospitals Balikpapan sebagai rumah sakit nasional berstandar internasional yang telah membuka ruang kerja sama nyata. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memberikan dan memfasilitasi layanan perawatan co-morbid bagi klien pasca rehabilitasi, sehingga proses pemulihan dapat berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan. Sementara itu, dr. Kevin Chrisanta Budiyatno dalam sambutannya menyampaikan keterbukaan dan komitmen penuh pihak rumah sakit untuk bersinergi dengan Balai Rehabilitasi Narkotika Tanah Merah. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat layanan after care, khususnya bagi klien di wilayah Kota Balikpapan, sehingga mereka memperoleh akses layanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan mudah dijangkau.
Pada kesempatan yang sama, dr. Bina Ampera Bukit juga menyampaikan harapannya agar Siloam Hospitals Balikpapan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas ke depan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan layanan rehabilitasi yang lebih privat, berkualitas, dan berstandar unggulan sebagai bagian dari penguatan layanan rehabilitasi nasional. Melalui perjanjian kerja sama ini, diharapkan terbangun sinergi yang solid antara Balai Rehabilitasi Narkotika Tanah Merah dan Siloam Hospitals Balikpapan dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi dan perawatan lanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam upaya pemulihan dari penyalahgunaan narkotika. (Humas Bareta, 2026/URS)
