SICEPAT V2
Source link
admin
Sebagai salah satu unit pelaksana teknis bidang Rehabilitasi milik BNN RI yang berhasil meraih Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori A dengan Predikat Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah terus berkomitmen menghadirkan transparansi dan akuntabilitas kami dengan mempublikasikan hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan hasil Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) Periode Triwulan II (April-Juni) Tahun 2024. Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anda kepada Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah sepanjang periode Triwulan II Tahun 2024. Mari terus bantu kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anda. Sampaikan masukan, saran, kritik, maupun pengaduan anda, agar kami dapat terus menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan prima. (Humas Bareta, 2024)
Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bekerja sama dengan Drug Advisory Programme (DAP) menyelenggarakan kegiatan asistensi teknis program CHILD pada anak penyalahguna narkoba di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Hadir sebagai pembicara, Bapak Erry didampingi oleh Bapak Anto Soelistyo dari Direktorat PLRIP. Kegiatan pada hari pertama ini dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bapak Drs. Sutarso, S.H., M.Sc. Kegiatan ini diisi langsung oleh Bapak Erry Wijoyo, M.Psi. T dari Colombo Plan DAP. Menurut rencana kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 10-12 Juli 2024 di Gedung Serbaguna Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. (Humas Bareta, 2024).
LAKUKAN PENJAJAKAN KERJASAMA, BALAI REHABILITASI BNN TANAH MERAH GELAR AUDIENSI BERSAMA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA WILAYAH KALIMANTAN TIMUR
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah sebagai salah satu unit penyelenggara pelayanan publik bidang rehabilitasi memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna layanannya dalam hal ini para klien rehabilitasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya semangat untuk memberikan pelayanan terbaik khususnya dalam bidang pembinaan rohani dan spiritual. Beberapa waktu yang lalu, Tim dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah yang diwakilkan oleh Koordinator Layanan Rehabilitasi Christiana, SKM., M.Si, Program Manager Baihaqi, A.Md. Kep, Pj. Humas dan Kerjasama Ns. Angga Kusuma Pramandita Willem, S.Kep, Pembina Rohani Kristen Rika Sartika Tobias, S.Pd, dan anggota Humas Yudis Surya Juniardi, A.Md.Ds melakukan audiensi bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kalimantan Timur.
Tim dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah diterima secara hangat oleh Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI Wilayah Kalimantan Timur. Sekretaris Umum MPH PGI Wilayah Kalimantan Timur, Pendeta Berillos Arintasar Hamonangan Panggabean, S.Th yang berkesempatan untuk membuka audiensi tersebut menyampaikan pihaknya menyambut dengan baik kedatangan tim dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Christiana, SKM., M.Si yang mewakili pimpinan dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan Bareta untuk melakukan proses penjajakan kerjasama. Hal ini dilakukan atas dasar kebutuhan pembinaan rohani spiritual Kristiani dari Gereja-Gereja anggota PGI. Pembinaan ini dimaksudkan untuk mendukung pemulihan klien yang adekuat khususnya dibidang spiritual.
Ketua MPH PGI Wilayah Kalimantan Timur, menyambut baik maksud dan tujuan yang disampaikan oleh tim dari Bareta dan akan mendukung semua upaya yang dapat diberikan oleh PGI Wilayah Kalimantan Timur untuk mendukung proses pemulihan umat Kristiani yang sedang menjalani program rehabilitasi. Melalui audiensi ini, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah akan segera merancang draft kerjasama sebagai sebuah dasar hukum pelaksanaan kegiatan kedepannya bersama PGI Wilayah Kalimantan Timur. (Humas Bareta, 2024)
MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN MOU BARETA DAN RSJD ATMA HUSADA MAHAKAM SAMARINDA
Pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda telah berlangsung dalam waktu 2 Tahun dan pada hari ini dilakukan monitoring evaluasi pelaksanaan MOU periode Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2024. Pelaksanaan MOU antara Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dengan RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda mencakup berbagai aspek, mulai dari program rehabilitasi dan pelayanan kesehatan mental. Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, kami berharap dapat terus memperkuat sinergi antara lembaga khususnya dalam memberikan pelayanan rujukan spesialistik khusus psikiatris. Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah terus berupaya memberikan yang terbaik kepada para klien khususnya yang membutuhkan layanan rujukan psiaktris ke RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. (Humas Bareta, 2024)
MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN MOU BARETA DAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR
Halo Sahabat Bareta! Monitoring dan evaluasi pelaksanaan MOU antara Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah telah dilaksanakan. Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau kemajuan kerjasama yang telah terjalin, mengevaluasi program-program yang telah berjalan, dan merencanakan langkah-langkah strategis ke depan. Kerjasama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari program penelitian dan pengembangan (litbang), edukasi, hingga join research yang bertujuan meningkatkan efektivitas pemulihan bagi klien kami. Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, kami berharap dapat terus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan balai rehabilitasi demi terciptanya lingkungan yang sehat, berpendidikan, dan bebas dari ancama narkoba. Bersama-sama, mari kita terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat. (Humas Bareta, 2024)
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah melalui kelompok kerja (pokja) kepegawaian mengadakan psikotest Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). MMPI adalah salah satu alat yang sering digunakan dalam penilaian psikologis untuk berbagai tujuan, termasuk penilaian pegawai. Di Balai Rehabilitasi BNN Yanah Merah, psikotest ini digunakan untuk menilai kelayakan dan stabilitas psikologis para ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Adapun tujuan dari pelaksanaan psikotest bagi para ASN ini adalah untuk memastikan ASN yang bekerja memiliki stabilitas mental yang dibutuhkan untuk bekerja di lingkungan yang penuh tekanan, mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian atau pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas kinerja ASN, dan membantu dalam merancang program dukungan psikologis untuk ASN yang menunjukkan tanda-tanda stres atau gangguan psikologis. Melalui psikotest bagi para ASN ini, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah ingin memastikan bahwa ASN yang bekerja tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga sehat secara mental dan emosional untuk menghadapi tantangan pekerjaan mereka. (Humas Bareta, 2024)
Lembaga Akreditasi Puskesmas Klinik dan Laboratorium Indonesia (LAPKLIN) melakukan survei akreditasi di Klinik Pratama Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Pada kegiatan Virtual Entry Meeting yang merupakan agenda akreditasi hari pertama ini telah dilakukan pemaparan mengenai penatalayanan Klinik Pratama Balai Rehabilitasi BNN yang mencakup Tata Kelola Klinik, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien; dan Penyelenggaraan Kesehatan. Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bapak Drs. Sutarso, S.H., M.Sc hadir didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Bapak Kanif Anshori, S.Pd.I, bersama Koordinator Layanan, Ibu Christiana, SKM., M.Si serta para penanggungjawab elemen penilaian. Dalam sambutan di awal kegiatan, Bapak Drs. Sutarso, S.H., M.Sc menyampaikan bahwa Klinik Pratama Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah sangat terbuka dengan berbagai saran dan masukkan dari Tim Surveyor terkait pengembangan kualitas pelayanan Klinik Pratama Balai Rehabilitasi BNN.
Senada dengan ungkapan Kepala Balai, Ibu Christiana, SKM., M.Si selaku koordinator layanan juga menyampaikan bahwa upaya pembangunan penatalayanan klinik sesuai standar akreditasi merupakan komitmen semua pegawai tanpa terkecuali, oleh karena itu, apapun masukan dan saran dari surveyor akan dengan terbuka diterima. Bapak Aspiansyah, SKM dan Ibu dr. Kusuma Wijayanti, FIHFAA selaku Tim Surveyor mengungkapkan apresiasinya kepada Klinik Pratama Balai Rehabilitasi BNN yang dalam pemantauan dokumen kelengkapan akreditasi telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Selanjutnya, penilaian akreditasi masih akan berlanjut pada hari Sabtu, 25 Mei 2024 yang beragendakan tinjauan lapangan oleh 2 surveyor. (Humas Bareta, 2024).
Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah melalui layanan rehabilitasi khususnya pada kelompok kerja Vokasional menghadirkan Bapak I Made Susana yang sehari-hari aktif sebagai pembudidaya jamur itram di wilayah Samarinda. Pada kelas vokasional kali ini, klien diajarkan cara melakukan budidaya jamur tiram. Program vokasional budidaya jamur tiram adalah program pendidikan dan pelatihan yang fokus pada teknik budidaya jamur tiram. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada klien agar mereka dapat menjadi petani jamur tiram yang kompeten. Setelah menyelesaikan program ini, klien yang sedang menjalani program rehabilitasi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memulai usaha budidaya jamur tiram sendiri atau bekerja dalam industri jamur tiram. Program vokasional semacam ini biasanya cocok bagi mereka yang tertarik dengan pertanian, keberlanjutan, dan bisnis. (Humas Bareta, 2024).
Mengawali hari pertama aktivitas di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah pasca Libur hari Raya Idul Fitri, Sis Gabby yang merupakan Psikolog Klinis Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah melakukan giat psikotest bagi klien difase mefp (stabilisasi). Kegiatan psikotest ini dirunning oleh Sister Gabby yang merupakan Psikolog Klinis Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Kegiatan psikotest kali ini diikuti oleh 6 orang klien dengan menggunakan beberapa tools seperti: SPM, DASS, RMIB, KRAEPLIN, WARTEGG, dan Grafis. Psikotest ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan, aspek kepribadian, gambaran diri, tingkat depresi-kecemasan-stress yang dirasakan oleh klien. (Humas Bareta, 2024)
