Dalam rangka memperkuat aspek pengkajian dan pengembangan (litbang), Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah melaksanakan kunjungan audiensi ke Institut Teknologi Kesehatan (ITKES) Wiyata Husada Samarinda. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan program rehabilitasi narkotika yang berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice). Kunjungan audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah yang didampingi oleh Penanggung Jawab Pengkajian dan Pengembangan beserta tim. Rombongan disambut oleh pimpinan dan jajaran akademisi ITKES Wiyata Husada Samarinda dalam suasana dialog yang konstruktif dan kolaboratif.
Agenda utama pertemuan ini adalah menjajaki peluang kerja sama riset dan kajian ilmiah yang berfokus pada pengembangan metode rehabilitasi narkotika yang adaptif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan klien. Diskusi mencakup potensi penelitian bersama, pemanfaatan data rehabilitasi sebagai bahan kajian akademik, hingga pengembangan model intervensi rehabilitasi yang terintegrasi antara aspek medis, psikososial, dan sosial. Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan rehabilitasi. Melalui dukungan riset akademik, program rehabilitasi diharapkan semakin terukur, berkelanjutan, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam menjawab tantangan penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks.
Sementara itu, pihak ITKES Wiyata Husada Samarinda menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan institusinya untuk berkontribusi melalui sumber daya akademik, peneliti, serta mahasiswa dalam kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan isu rehabilitasi narkotika. Sinergi antara Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dan ITKES Wiyata Husada Samarinda ini diharapkan dapat menghasilkan kajian-kajian strategis yang tidak hanya mendukung pengembangan program rehabilitasi di lingkungan BNN, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik rehabilitasi narkotika secara nasional. (Humas Bareta, 2026/URS)
